Balis Online adalah Aplikasi Sistem informasi berbasis web yang dibangun dengan perangkat lunak berbasis Open Source untuk mendukung kegiatan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir mulai dari proses perizinan FRZR, Inspeksi FRZR, Sertifikasi Uji Kesesuaian pesawat sinar-X, dan data dosis Pekerja Radiasi. Selain itu aplikasi ini juga terintegrasi secara real time online dengan portal Indonesia Nasional Single Window (INSW) Bea Cukai dan Sistem Pembayaran PNBP Online (SIMPONI) Ditjen Anggaran - Kementerian Keuangan RI.

  • Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Balis Online, ditujukan kepada:
  • Direktorat Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif,
    Gedung B Lantai 3, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, 
    Jalan Gajah Mada Nomor 8, Jakarta Pusat 
    Telp : (021) 63854883 / 63854879 
    Faksimili : (021) 63856613 / 63859141 
    Email : dpfrzr@bapeten.go.id


    1. Setiap perusahaan yang akan melakukan kegiatan pemanfaatan sumber radiasi pengion, hanya mendapatkan 1 (satu) username admin pada portal Balis Online BAPETEN. Username ini merupakan administrator bagi perusahaan tersebut dan dapat membuat username tambahan.  Username tambahan menjadi tanggung jawab username admin.
    2. Username pada portal layanan Balis Online Bapeten ini menjadi tanggung jawab masing-masing perusahaan pemilik username.
    3. Perusahaan pemilik username wajib menjaga kerahasiaan username dan passwordnya.
    4. Pemberian username kepada pihak lain, diperbolehkan dan menjadi hak dari perusahaan pemilik username. Akan tetapi, segala bentuk penyalahgunaan username oleh pihak lain menjadi tanggung jawab perusahaan pemilik username.
    5. Pelayanan terhadap permohonan perizinan dan persetujuan sumber radiasi pengion akan dilakukan oleh Bapeten melalui portal layanan Balis Online Bapeten.
    6. Serah terima dokumen yang terkait dengan pelayanan permohonan perizinan dan persetujuan dari Pemohon kepada Bapeten, maupun sebaliknya, dilakukan secara elektronik.
    7. BAPETEN dapat juga meminta dokumen fisik (hardcopy) kepada pemohon terkait dengan persyaratan pada permohonan jika dianggap perlu. Dan pemohon dapat juga meminta dokumen fisik kepada BAPETEN dan hanya terbatas pada: surat tagihan asli, kuitansi pembayaran asli, dan KTUN izin/persetujuan asli.
    8. Untuk mendapatkan username sebagaimana dimaksud pada butir 1 di atas, setiap perusahaan harus mengajukan permohonan akun (username dan password).
    9. Permohonan perizinan dan persetujuan hanya dapat dikirim dengan menggunakan username administrator perusahaan, bukan username tambahan. Username tambahan dapat digunakan untuk mengisi formulir dan mengunggah dokumen, serta melihat status proses permohonan.


    1. Pemohon mengajukan permohonan akun kepada Bapeten dengan mengisi daftar isian/formulir yang telah tersedia pada portal layanan Balis Online Bapeten, misalnya: nama pemohon akun, nama perusahaan/badan hukum pemohon akun, alamat perusahaan/badan hukum, alamat e-mail pemohon akun.
    2. Untuk melengkapi data yang diisikan pada formulir permohonan akun, Pemohon diwajibkan mengunggah beberapa dokumen pendukung, antara lain: identitas diri (Kartu Tanda Penduduk/Kartu Izin Tinggal Terbatas) dan Surat Kuasa dari Perusahaan/Badan Hukum pemohon akun.
    3. Bapeten (dalam hal ini Direktorat Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif) akan melakukan penilaian atau verifikasi terhadap permohonan akun yang diajukan oleh Pemohon.
    4. Setelah melakukan evaluasi atau verifikasi terhadap permohonan akun, BAPETEN dapat menerima permohonan tersebut dan memberikan username dan passwordnya, ataupun menolak permohonan tersebut.
    5. Bapeten akan mengirimkan username dan password awal Pemohon yang telah diverifikasi melalui e-mail pemohon akun.
    6. Bapeten menentukan username secara autogenerate dan password awal akan dibuat secara autogenerate sebanyak 6 (enam) digit.
    7. Pemohon dapat mengubah password awal untuk akunnya dan menggunakan akun tersebut untuk setiap kali mengajukan permohonan izin dan/atau persetujuan.

    Jenis dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan registrasi/permintaan akun:

    1. Surat kuasa yang telah ditandatangani (di atas materai Rp 6.000) oleh Pemberi Kuasa (yang namanya tercantum dalam akta perusahaan sebagai salah satu dewan direksi) dan diberi stempel perusahaan/badan hukum.
    2. KTP penerima kuasa yang masih berlaku.
    3. NPWP Perusahaan/Badan Hukum.
  • Dokumen permohonan persetujuan impor pembangkit radiasi pengion:
    1. Airway Bill (AWB)/Bill of Lading (BL);
    2. Commercial Invoice;
    3. Packling List; dan
    4. Draft Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

    Dokumen permohonan persetujuan impor zat radioaktif:

    1. Airway Bill (AWB)/Bill of Lading (BL);
    2. Commercial Invoice;
    3. Packling List;
    4. Shippers Declaration of Dangerous Goods (SDDG)/Multi Modal Declaration of Dangerous Goods;
    5. Draft Pemberitahuan Impor Barang (PIB); dan
    6. Permohonan Persetujuan Pengangkutan Zat Radioaktif dari Kawasan Pabean ke lokasi tempat penyimpanan sementara.

    Dokumen permohonan persetujuan ekspor pembangkit radiasi pengion:

    1. Commercial Invoice; dan
    2. Packing List

    Dokumen permohonan persetujuan ekspor zat radioaktif:

    1. Commercial Invoice;
    2. Packling List;
    3. Permohonan Persetujuan Pengangkutan Zat Radioaktif dari lokasi tempat penyimpanan sementara ke Kawasan Pabean; dan
    4. Izin impor perusahaan/instansi importir di negara tujuan, yang diterbitkan oleh organisasi /badan berwenang di negara tujuan (untuk zat radioaktif yang termasuk kategori keamanan I dan II).
  • Bagaimana Alur Proses Pelayanan Permohonan Perizinan dan Persetujuan Sumber Radiasi Pengion?
  • Pemohon dapat mengetahui status terkini proses permohonan persetujuan yang diajukan, yaitu:
    1. Draft/Belum Terkirim:: dokumen permohonan telah diunggah, namun belum dikirimkan ke Bapeten;
    2. Terkirim: dokumen permohonan telah terkirim dan Bapeten telah menerima dokumen permohonan yang dikirim tersebut;
    3. Evaluasi/Penilaian: Bapeten sedang melakukan evaluasi/penilaian terhadap dokumen permohonan;
    4. Memenuhi Persyaratan: Data dan informasi yang tercantum dalam semua dokumen permohonan telah sesuai dengan persyaratan;
    5. Tidak Memenuhi Persyaratan: Data dan informasi yang tercantum dalam semua dokumen permohonan tidak sesuai dengan persyaratan;
    6. Batal: Pemohon tidak menindaklanjuti/memperbaiki dokumen permohonan yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dalam batas waktu yang telah ditentukan sesuai peraturan yang berlaku;
    7. Belum ditagih: Dokumen permohonan telah dinyatakan memenuhi persyaratan, namun Bapeten belum melakukan penagihan;
    8. Telah ditagih: Dokumen permohonan telah dinyatakan memenuhi persyaratan, dan Bapeten telah melakukan penagihan;
    9. Belum bayar: Pemohon belum melakukan pembayaran biaya permohonan izin/persetujuan atau telah melakukan pembayaran, namun belum divalidasi pembayaran oleh Bendahara Penerima PNBP BAPETEN.
    10. Lunas: Pembayaran dan konfirmasi pembayaran yang dilakukan oleh Pemohon telah sesuai dengan jumlah/nilai yang ditagih;
    11. Tidak ada tagihan: untuk permohonan persetujuan yang dinyatakan batal dan permohonan yang telah jatuh tempo tidak melakukan pembayaran dalam batas waktu yang telah ditentukan;
    12. Penerbitan KTUN: KTUN Izin/Persetujuan telah terbit;
    13. Proses tambahan untuk Permohonan Persetujuan eskpor-impor :

    14. Unggah INSW: Bapeten sedang melakukan pengunggahan data-data persetujuan impor sumber radiasi pengion ke dalam portal INSW;
    15. Terunggah di INSW: Semua data persetujuan impor sumber radiasi pengion telah tercantum/masuk dalam portal INSW.
  • Berapa rentang waktu yang diperlukan untuk proses pelayanan Permohonan Izin ?
    1. Waktu untuk penilaian permohonan Izin adalah paling lama terhitung sejak pemohon mengirim permohonannya sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan dalam peraturan yang berlaku.
    2. Tagihan dikirimkan secara otomatis bila hasil evaluasinya dinyatakan “memenuhi syarat”.
    3. Waktu yang diperlukan untuk memvalidasi pembayaran/penerimaan biaya PNBP adalah paling lambat 3 (tiga) jam terhitung sejak Bendahara penerimaan PNBP menerima konfirmasi pembayaran.
    4. Penerbitan KTUN akan diproses sejak pembayaran sudah diterima dan tervalidasi oleh Bendahara Penerima PNBP BAPETEN.
  • Berapa rentang waktu yang diperlukan untuk proses pelayanan Permohonan persetujuan?
    1. Waktu untuk penilaian permohonan persetujuan ekspor/impor adalah paling lambat 1 (satu) hari kerja terhitung sejak pemohon mengirim permohonannya dan diterima BAPETEN sebelum jam 12.00 WIB. Permohonan yang diterima setelah jam 12.00 WIB pada hari itu, maka perhitungan waktu prosesnya dimulai pada hari kerja esoknya.
    2. Tagihan dikirimkan seketika (secara otomatis) bila permohonan telah dinyatakan "memenuhi syarat".
    3. Waktu yang diperlukan untuk memvalidasi pembayaran / penerimaan biaya PNBP adalah paling lambat 3 (tiga) jam terhitung sejak Bendahara penerimaan PNBP menerima konfirmasi   pembayaran.
    4. Penerbitan KTUN dan upload data ke portal INSW dilakukan paling lambat 1 (satu) jam terhitung sejak pembayaran sudah diterima dan tervalidasi oleh bendahara penerima PNBP BAPETEN.

    Keterangan :

    1. Semua proses dilakukan pada  portal Balis Online dan sepenuhnya bergantung pada kondisi jaringan internet.
    2. Khusus untuk Permohonan Persetujuan eskpor-impor, permohonan yang masuk sebelum jam 12.00 WIB, jika telah melakukan pembayaran permohonan pada hari yang sama, maka KTUN persetujuan dapat diterbitkan pada hari yang sama.

    Daftar biaya dapat dilihat pada Menu Daftar Biaya

    Keterangan :

    Belum termasuk biaya administrasi Bank dan/atau  materai. Keduanya ditanggung oleh pemohon.


    Setiap Instansi diberikan hak untuk memiliki 1 (satu) akun sebagai User Admin.

    User Admin mempunyai hak akses untuk melakukan input, update, delete dan kirim permohonan. Dan tiap instansi diberikan hak untuk membuat user tambahan, yang akan dibuat dan di setujui oleh User Admin.

    User Akun Tambahan mempunyai hak akses input, update dan delete permohonan. Cara membuat User Akun Tambahan dapat dilihat disini


    Sistem pembayaran PNBP BAPETEN telah terintegrasi dengan Sistem SIMPONI atau MPN G2 Kemenkeu yang terdaftar di 59 Bank di seluruh Indonesia, antara lain: BRI, BNI, Bank Mandiri, BCA, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon dll.

Bagi pemohon izin yang pernah memiliki akun di balis-exim dan masih aktif, dapat menggunakan akun lama tersebut dengan cara memilih klik Reset Password setelah menekan tombol Login atau silahkan klik di sini.


    Pembayaran PNBP BAPETEN dapat dilakukan di Teller (di seluruh Bank yang terdaftar) dan juga melalui ATM, ataupun Internet Banking (di beberapa Bank tertentu).

  • Berikut adalah daftar Bank Yang dapat menerima layanan PNBP BAPETEN (MPNG2) : Terlampir
  • Untuk panduan proses pengajuan permohonan izin dan/persetujuan, kami lampirkan Petunjuk Operasional penggunaan Aplikasi BaLIS Online, dapat diunduh di sini . 
    1. Video tutorial registrasi Balis, klik di sini
    2. Video tutorial penggunaan aplikasi Balis, klik di sini